Perguliran krisis perekonomian di Venuzuela dari sejak 2013 hingga September
2018, pada akhirnya mencetuskan pengangguran hingga mencapai 21%. Dengan total
angkatan kerja 8,12 juta orang, itu berarti jumlah pengangguran di Venuzuela
mencakup 1.705.200 orang. Salah kelola kekayaan minyak bumi, merupakan kata
kunci dari sengkarut perekonomian Venuzuela. Dalam konteks Venuzuela, minyak bumi
determinator perekonomian nasional. Sayangnya, korupsi mendera tata kelola
minyak bumi.
Kontribusi minyak bumi terhadap Gross Domestic Bruto Venuzuela berada pada
kisaran yang sangat tinggi, yaitu 84,68%. Dalam tera internasional
negara-negara petro dollar, peran signifikan minyak bumi terhadap perekonomian
Venuzuela satu level di bawah Saudi Arabia. Secara keseluruhan, peran minyak
bumi terhadap perekonomian Saudi Arabia mencapai 92%. Dengan demikian berarti,
perekonomian nasional Venuzuela benar-benar terdeterminasi oleh tata kelola tanpa
cacat sumber daya minyak bumi. Selama masih diwarnai oleh cacat tak
berkesudahan tata kelola minyak bumi, maka selama itu pula perekonomian
Venuzuela tergerus sengkarut.
Ditilik ke dalam perspektif geopolitik maupun geostrategis, peran signifikan
dari keuntungan tata kelola minyak bumi Venuzuela tercermin pada kontinuitas pelayanan
sosial, kesehatan dan pendidikan. Kemandirian nasional Venuzuela, bergantung
serta ditentukan oleh kebajikan dalam tata kelola minyak bumi. Terhadap pelayanan
sosial, peran ekonomi minyak bumi mencapai 78%. Untuk pelayanan kesehatan, peran
ekonomi minyak bumi mencapai 95%. Sementara untuk pelayanan pendidikan, peran
ekonomi minyak bumi mencapai 84%.
Tatkala minyak bumi kian mengecil kontribusinya terhadap pelayanan sosial, implikasi
buruk yang ditimbulkan adalah kenaikan harga kebutuhan pokok: gandum, gula,
ikan dan daging sapi. Subsidi pemerintah terhadap konsumsi gandum 18%, terhadap
gula 92%, terhadap ikan 83%, dan terhadap daging sapi 45%, yang secara
akumulatif pertahun mencapai $ 23.945.234.811.986. Penyusutan kontribusi
ekonomi minyak bumi terhadap pelayanan kesehatan justru menaikkan harga obat
yang dipasok dari Brazil, China, Kuba dan Nikaragua. Subsidi pemerintah untuk
pengadaan obat mencapai 82%, dengan nilai total impor $ 21.943.256.879.234 per
tahun. Gaji guru, pengadaan buku dan transportasi siswa yang secara akumulatif mencapai
$ 2.893.435.687.969.532.811.985 per tahun merupakan kata kunci dalam pelayanan
pendidikan Venuzuela, yang juga bergantung tata kelola tanpa cacat minyak bumi.
Di jajaran negara-negara petro dolar, Venuzuela adalah negara–bangsa yang paling
sensitif terhadap keutuhan nasionalisme hidrokarbon. Dengan nasionalisme
hidrokarbon berarti, minyak bumi sengaja dihamparkan sebagai tulang punggung bagi
daya tahan perekonomian nasional secara keseluruhan, bahkan daya tahan negara–bangsa
itu sendiri. Perekonomian nasional di Venuzuela, terus-menerus berada dalam spektrum
stabil pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan. Produk Domestik Bruto
Venuzuela sekarang ini anjlok hingga menyentuh level –3,14%, mutlak dibaca sebagai
memburukknya pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan.[]
No comments:
Post a Comment