Saturday, 15 September 2018

Nasionalisme Hidrokarbon Venuzuela



Perguliran krisis perekonomian di Venuzuela dari sejak 2013 hingga September 2018, pada akhirnya mencetuskan pengangguran hingga mencapai 21%. Dengan total angkatan kerja 8,12 juta orang, itu berarti jumlah pengangguran di Venuzuela mencakup 1.705.200 orang. Salah kelola kekayaan minyak bumi, merupakan kata kunci dari sengkarut perekonomian Venuzuela. Dalam konteks Venuzuela, minyak bumi determinator perekonomian nasional. Sayangnya, korupsi mendera tata kelola minyak bumi.

Kontribusi minyak bumi terhadap Gross Domestic Bruto Venuzuela berada pada kisaran yang sangat tinggi, yaitu 84,68%. Dalam tera internasional negara-negara petro dollar, peran signifikan minyak bumi terhadap perekonomian Venuzuela satu level di bawah Saudi Arabia. Secara keseluruhan, peran minyak bumi terhadap perekonomian Saudi Arabia mencapai 92%. Dengan demikian berarti, perekonomian nasional Venuzuela benar-benar terdeterminasi oleh tata kelola tanpa cacat sumber daya minyak bumi. Selama masih diwarnai oleh cacat tak berkesudahan tata kelola minyak bumi, maka selama itu pula perekonomian Venuzuela tergerus sengkarut.

Ditilik ke dalam perspektif geopolitik maupun geostrategis, peran signifikan dari keuntungan tata kelola minyak bumi Venuzuela tercermin pada kontinuitas pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan. Kemandirian nasional Venuzuela, bergantung serta ditentukan oleh kebajikan dalam tata kelola minyak bumi. Terhadap pelayanan sosial, peran ekonomi minyak bumi mencapai 78%. Untuk pelayanan kesehatan, peran ekonomi minyak bumi mencapai 95%. Sementara untuk pelayanan pendidikan, peran ekonomi minyak bumi mencapai 84%.

Tatkala minyak bumi kian mengecil kontribusinya terhadap pelayanan sosial, implikasi buruk yang ditimbulkan adalah kenaikan harga kebutuhan pokok: gandum, gula, ikan dan daging sapi. Subsidi pemerintah terhadap konsumsi gandum 18%, terhadap gula 92%, terhadap ikan 83%, dan terhadap daging sapi 45%, yang secara akumulatif pertahun mencapai $ 23.945.234.811.986. Penyusutan kontribusi ekonomi minyak bumi terhadap pelayanan kesehatan justru menaikkan harga obat yang dipasok dari Brazil, China, Kuba dan Nikaragua. Subsidi pemerintah untuk pengadaan obat mencapai 82%, dengan nilai total impor $ 21.943.256.879.234 per tahun. Gaji guru, pengadaan buku dan transportasi siswa yang secara akumulatif mencapai $ 2.893.435.687.969.532.811.985 per tahun merupakan kata kunci dalam pelayanan pendidikan Venuzuela, yang juga bergantung tata kelola tanpa cacat minyak bumi.

Di jajaran negara-negara petro dolar, Venuzuela adalah negara–bangsa yang paling sensitif terhadap keutuhan nasionalisme hidrokarbon. Dengan nasionalisme hidrokarbon berarti, minyak bumi sengaja dihamparkan sebagai tulang punggung bagi daya tahan perekonomian nasional secara keseluruhan, bahkan daya tahan negara–bangsa itu sendiri. Perekonomian nasional di Venuzuela, terus-menerus berada dalam spektrum stabil pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan. Produk Domestik Bruto Venuzuela sekarang ini anjlok hingga menyentuh level –3,14%, mutlak dibaca sebagai memburukknya pelayanan sosial, kesehatan dan pendidikan.[]

Donasi untuk editorial ini dapat dikirim ke : 0840411109 (BCA).

No comments:

Post a Comment